Virus Corona, Astindo Fair 2020 Optimis Tembus Target Rp253 Miliar

IndonesiaNew, JAKARTA – Maraknya virus corona tidak membuat gentar industri pariwisata Astindo mengadakan pameran perjalanan terbesar. Bahkan, Astindo yakin kehadiran ASTINDO Travel Fair 2020 mampu menembus target yang diharapkan.

Pameran wisata terbesar di Indonesia ASTINDO Travel Fair 2020 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC) resmi berlangsung sampai tanggal 23 Februari 2020. Selain Jakarta, ASTINDO Travel Fair tahun ini berlangsung di 4 kota besar lainnya di Indonesia, yaitu Palembang, Padang, Bali, dan Surabaya. dan tanggal 6 – 8 Maret
di Plaza Andalas, Padang, Lippo Mall Kuta, Bali dan Tunjungan Plaza 6, Surabaya.

Ketua Umum ASTINDO Elly Hutabarat menyampaikan ASTINDO Travel Fair tahun ini memasuki usia ke-10. Terlebih sejak pertama kali digelar tahun 2011, ASTINDO Travel Fair memiliki positioning sebagai salah satu travel fair yang terbesar dan terlengkap di Indonesia dan menjadi referensi terbaik bagi masyarakat dalam merencanakan
perjalanan wisatanya baik domestik maupun internasional (outbound).

“Trend meningkatnya pertumbuhan perjalanan wisata masyarakat Indonesia setiap tahunnya memicu untuk memberikan penawaran harga menarik untuk tiket dan paket tur wisata dalam dan luar negeri dengan menggandeng kerjasama dengan mitra industri terkait, seperti maskapai penerbangan, agen wisata, perbankan, asuransi, dan lain-lain,” lanjut Elly.

Dengan total 150 booth pihaknya optimis ASTINDO Travel Fair tahun ini mampu menembus angka pengunjung hingga 150 ribu orang dengan perkiraan transaksional (sales volume) hingga Rp253 miliar. Capaian target tersebut meningkat sebesar 10% dari penyelenggaraan tahun ASTINDO Travel Fair tahun lalu.

“Sejumlah badan promosi pariwisata (NTO) mancanegara dan domestik yang hadir selama ASTINDO Travel
Fair, yaitu Kamboja, India, Korea, Macao, Filipina, Singapura, Thailand, Jepang, Taiwan, serta Badan Promosi Pariwisata Daerah dan juga cruise liner yang beroperasi di regional dan internasional,” lanjut Anton.

Ditambah, destinasi wisata yang diminati saat ini juga semakin bervariasi, baik domestik maupun internasional. Keunikan masing-masing destinasi menjadi alasan travelling semakin digemari. Apalagi belum lama ini pemerintah telah mengumumkan rencana pengembangan 10 ‘Bali Baru’ sebagai pilihan destinasi wisata Indonesia.

Sementara itu, Deputi Bidang Pemasaran Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Nia Niscaya melihat bahwa keberadaan wisatawan domestik jangan pernah dilupakan. Pasalnya, wisatawan domestik bisa didorong guna meningkatkan citra buat Indonesia.

“Kita lebih fokus mengejar devisa negara dengan menargetkan kepada negara-negara yang tidak memberikan travel warning maupun bebas dari virus corona diantaranya Malaysia, Amerika, Korea, India dan beberapa negara lainnya. Kita berharap jangan karena isu virus corona maka mengganggu keinginan wisatawan yang ingin berwisata dan jangan lupa bahwa pariwisata Indonesia terus memberikan dorongan semangat dan moril buat negara-negara yang terkena dampak virus corona,” pungkasnya.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.