Wisman ke Indonesia di Januari 2020 Naik 5,85 Persen

IndonesiaNew, JAKARTA – Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Januari 2020 mencapai 1,27 juta kunjungan, mengalami kenaikan sebesar 5,85 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada Januari 2019 berjumlah 1,20 juta kunjungan.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan Desember 2019, jumlah kunjungan wisman Januari 2020 mengalami penurunan sebesar 7,62 persen.

Jumlah ini terdiri atas wisman yang berkunjung melalui pintu masuk udara sebanyak 796,93 ribu kunjungan, pintu masuk laut sebanyak 307,61 ribu kunjungan, dan pintu masuk darat sebanyak 167,54 ribu kunjungan.

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia yang datang melalui pintu masuk udara pada Januari 2020 mengalami kenaikan sebesar 12,77 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada bulan yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan kunjungan wisman tersebut terjadi sekurangnya di sebelas pintu masuk udara dengan persentase kenaikan tertinggi tercatat di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat yang mencapai 176,76 persen, diikuti Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh naik 136,46 persen, dan Bandara Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan naik 40,17 persen, sedangkan persentase kenaikan terendah terjadi di Bandara Ahmad Yani, Jawa Tengah sebesar 3,23 persen.

Sementara penurunan jumlah kunjungan wisman terjadi di empat pintu masuk udara dengan persentase penurunan paling tinggi terjadi di Bandara Minangkabau, Sumatera Barat sebesar 4,13 persen, dan persentase penurunan paling rendah terjadi di Bandara Soekarno-Hatta, Banten sebesar 0,86 persen.

Jika dibanding dengan kunjungan pada Desember 2019, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia yang melalui pintu masuk udara pada Januari 2020 mengalami penurunan sebesar 5,01 persen.

Penurunan ini terjadi di sebelas pintu masuk udara dengan persentase penurunan paling besar terjadi di Bandara Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan, yaitu sebesar 26,80 persen,dan persentase penurunan paling kecil terjadi di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh sebesar 1,22 persen.

Sementara kenaikan kunjungan wisman tercatat sekurangnya di empat pintu masuk udara persentase kenaikan paling besar terjadi di Bandara Sultan Badaruddin II, Sumatera Selatan sebesar 32,15 persen, dan persentase kenaikan paling kecil terjadi di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat sebesar 7,00 persen.

Jumlah kunjungan wisman yang datang melalui pintu masuk laut pada Januari 2020 mengalami kenaikan sebesar 1,03 persen dibanding Januari 2019, yaitu dari 304,48 ribu kunjungan menjadi 307,61 ribu kunjungan.

Persentase kenaikan tertinggi tercatat di Pelabuhan Tanjung Pinang, Kepulauan Riau sebesar 33,37 persen, sedangkan penurunan tertinggi terjadi di Pelabuhan Tanjung Benoa, Bali sebesar 46,66 persen.

Sementara jika dibanding Desember 2019, jumlah kunjungan wisman yang datang melalui pintu masuk laut mengalami penurunan sebesar 20,82 persen dengan persentase penurunan tertinggi terjadi di Pelabuhan Tanjung Benoa, Bali sebesar 73,17 persen, sedangkan penurunan terendah terjadi di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau sebesar 3,03 persen.

Selain itu, wisman yang berkunjung melalui pintu masuk darat pada Januari 2020 mengalami penurunan sebesar 12,07 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 190,55 ribu kunjungan menjadi 167,54 ribu kunjungan. Persentase penurunan tertinggi terjadi di pintu masuk Nanga Badau, Kalimantan Barat sebesar 34,29 persen, sedangkan kenaikan tertinggi terjadi di pintu masuk Atambua, Nusa Tenggara Timur sebesar 59,26 persen.

Selanjutnya, jika dibanding Desember 2019, jumlah kunjungan wisman yang datang melalui pintu masuk darat mengalami kenaikan sebesar 12,00 persen dengan persentase kenaikan terjadi di pintu masuk darat lainnya sebesar 16,75 persen, sedangkan penurunan tertinggi terjadi di pintu masuk Nanga Badau, Kalimantan Barat sebesar 50,79 persen.

Kemudian dari sisi Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Januari 2020 mencapai rata-rata 49,17 persen atau turun 2,30 poin dibandingkan TPK Januari 2019 yang sebesar 51,47 persen. Begitu pula, jika dibanding dengan TPK Desember 2019 yang tercatat 59,39 persen, TPK Januari 2020 mengalami penurunan sebesar 10,22 poin. TPK tertinggi tercatat di Provinsi Bali sebesar 59,29 persen, diikuti Provinsi Sulawesi Utara sebesar 59,10 persen, dan Provinsi Lampung sebesar 57,88 persen, sedangkan TPK terendah tercatat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang sebesar 27,35 persen.

Penurunan TPK hotel klasifikasi bintang pada Januari 2020 dibanding Januari 2019 tercatat di sebagian provinsi, dengan penurunan tertinggi terjadi di Provinsi Kalimantan Utara, yaitu sebesar 27,54 poin, diikuti Provinsi Gorontalo 21,62 poin, dan Provinsi DKI Jakarta 18,47 poin, sedangkan penurunan terendah tercatat di Provinsi Jambi, yaitu sebesar 0,12 poin.

Sementara itu, terjadi kenaikan TPK hotel klasifikasi bintang di sebagian provinsi, dengan kenaikan paling besar terjadi di Provinsi Maluku Utara sebesar 24,99 poin, dan kenaikan paling kecil terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 0,08 poin.

Jika dibanding dengan TPK Desember 2019, terjadi penurunan di seluruh provinsi dengan penurunan tertinggi tercatat di Provinsi Bengkulu, yaitu sebesar 24,86 poin, diikuti Provinsi DI Yogyakarta 19,50 poin, dan Provinsi Kalimantan Tengah 16,11 poin, sedangkan penurunan terendah tercatat di Provinsi Sulawesi Utara, yaitu sebesar 0,39 poin.

Bila dilihat menurut klasifikasi hotel, TPK tertinggi pada Januari 2020 tercatat pada hotel bintang 5 yang mencapai 54,18 persen, sedangkan TPK terendah tercatat pada hotel bintang 1 hanya mencapai 37,85 persen seperti dalam rilis BPS, Senin (3/3/2020).

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang di Indonesia mencapai 1,88 hari selama Januari 2020, terjadi penurunan sebesar 0,17 poin jika dibanding rata-rata lama menginap pada Januari 2019. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Desember 2019, rata-rata lama menginap pada Januari 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,12 poin.

Secara umum, rata-rata lama menginap tamu asing Januari 2020 lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu Indonesia, yaitu masing-masing 2,87 hari dan 1,72 hari.

Jika dirinci menurut provinsi, rata-rata lama menginap tamu yang terlama pada Januari 2020 tercatat di Provinsi Maluku Utara, yaitu 3,07 hari, diikuti Provinsi Bali 2,82 hari, dan Provinsi Sulawesi Utara sebesar 2,55 hari, sedangkan rata-rata lama menginap tamu yang terpendek terjadi di Provinsi Kalimantan Utara sebesar 1,11 hari.

Untuk tamu asing, rata-rata lama menginap paling lama tercatat di Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu sebesar 5,07 hari, sedangkan terpendek terjadi di Provinsi Kalimantan Utara, yaitu 1,01 hari.

Sementara rata-rata lama menginap terlama untuk tamu Indonesia tercatat di Provinsi Maluku Utara sebesar 3,08 hari, sedangkan terpendek terjadi di Provinsi Kalimantan Utara sebesar 1,11 hari.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.