Kemenparekraf Berikan Sertifikasi Gratis untuk Industri Pariwisata di Oktober 2020

IndonesiaNew- Virus Corona membawa dampak besar yang buruk buat industri pariwisata. Oleh karenanya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus bergerak guna memulihkan industri pariwisata. Bahkan, di Oktober 2020 Kemenparekraf akan memberikan sertifikasi secara gratis untuk industri pariwisata.

“Jumlah yang akan menerima sertifikasi ada ribuan karena ini bicara pariwisata Indonesia dan ini semua dilakukan secara bertahap dan dimulai di Oktober 2020,” ujar Direktur Pemasaran Regional 1 Vinsensius Jemadu kepada IndonesiaNew, Selasa (15/9/2020).

Menurutnya, ide cerdas memberikan sertifikasi secara gratis kepada industri pariwisata ini datang dari Wakil Menteri (Wamen) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibyo.

“Ibu Wamen Angela punya ide luar biasa dengan melihat keterpurukan pariwisata akibat virus corona, alhasil industri pariwisata tidak bisa berjalan sendiri padahal industri pariwisata ingin bangkit dan ini harus ada support dari pemerintah karena mereka (industri pariwisata-red) sudah kehilangan income sejak lama. Apalagi untuk mendapatkan sertifikasi membutuhkan biaya tidak sedikit, disinilah dibutuhkan peran serta dari pemerintah,” ucapnya sembari meniru ucapan Wamen Angela Tanoesoedibyo.

Vinsensius Jemadu menambahkan melalui pemikiran dari Angela Tanoesoedibyo inilah bahwa pemerintah harus segera melakukan hal yang sifatnya masif dan impact-nya benar-benar dirasakan industri pariwisata mulai dari hotel, transportasi pariwisata, restoran hingga destinasi wisata secara gratis.

“Sertifikasi ini harus dikeluarkan dari lembaga atau badan yang punya reputasi baik nasional dan internasional, maka kita melihat satu-satunya badan sertifikasi yang bisa memberikan adalah sucofindo. Oleh karenanya kemenparekraf sedang menggodok bersama sucofindo untuk memberikan sertifikasi gratis kepada industri pariwisata yang benar-benar menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin dan baik. Kita kerjasama dengan dinas terkait dimana industri mana yang sudah menerapkan protokol kesehatan sehingga industri pariwisata memiliki label yang sah,” bebernya.

Ditambahkannya lagi, dengan adanya sertifikasi yang dimiliki oleh Pariwisata Indonesia tentu sangat membantu kehidupan yang baik bagi industri pariwisata.

“Jika ini dilakukan maka benar-benar sangat membantu industri pariwisata bahkan misalnya sertifikasi hotel saja membutuhkan dana sekira Rp12,5 juta apalagi di jaman ini mereka (industri pariwisata-red) sudah tidak ada biaya akibat kehadiran virus corona mulai dari tidak ada tamu, belum lagi karyawan banyak yang di rumahkan,” tuturnya.

Diakuinya lagi, dengan adanya sertifikasi ini maka mampu membawa wisatawan datang lebih banyak terlebih dengan adanya virus corona membuat wisatawan lebih aware kala berlibur.

“Tren global wisatawan akan mencari destinasi di internet yang memiliki sertifikasi baik itu hotel, kuliner hingga destinasi wisata. Begitu sudah ada label Indonesia Care maka wisatawan tentu mencari destinasi wisata yang sudah menerapkan protokol kesehatan maka tempat itulah yang akan di booking atau didatangi sehingga membawa dampak baik buat industri pariwisata di jangka panjang,” pungkasnya.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.