Rakornas Pariwisata 2020, Kemenparekraf Ketat Aturan Covid-19

IndonesiaNew, BALI – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melaksanakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2020 di Bali yang dilakukan tanggal 26 dan 27 November 2020. Dalam melaksanakan Rakornas, Kemenparekraf melaksanakan aturan covid-19 dengan ketat.

Dalam rakornas tersebut, Kemenparekraf membahas soal kebijakan program pengaktifan kembali serta pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi covid-19.

Kegiatan ini dilakukan di Westin Resort, Nusa Dua Bali. Hampir 500 orang ikut dalam Rakornas ini. Dalam melaksanakannya, nyatanya 500 orang ini pun tidak semua ada di Pulau Dewata Bali namun dibagi dua dengan mengikuti aturan covid-19.

Sebelum pelaksanaan Rakornas Pariwisata 2020 maka pihak Kemenparekraf mewajibkan seluruh peserta menjalani tes Covid-19 dengan cara Rapid Test Antigen SARS Cov 2 yakni test yang mirip dengan swab test dengan pengambilan hasil melalui indera penciuman atau hidung.

Dalam pelaksanaan rapid test antigen, Kemenparekraf menggunakan jasa Ananta Clinical Laboratory di tanggal 25 November 2020 atau satu hari sebelum pelaksanaan Rakornas Pariwisata 2020.

Seusai diambil spesimennya maka seluruh peserta menunggu hasilnya kurang lebih 20 menit. Bilamana hasil nya non reaktif maka peserta diijinkan ikut dalam Rakornas Pariwisata 2020, tetapi bilamana hasil peserta reaktif maka peserta tersebut langsung diamankan untuk diisolasi secara mandiri.

Tak itu saja, jika peserta secara mendadak maupun tiba-tiba mengalami gejala covid-19 maka peserta langsung diisolasi di ruangan yang telah dipersiapkan sebelum akhirnya dijemput ambulan. Mobil ambulan pun sudah disiapkan di Westin Resort, Nusa Dua, Bali.

Di ruangan tersebut terdapat tempat tidur, toilet beserta kamar mandi, tempat duduk dan televisi.

Suasana sebelum rakornas pariwisata 2020 (Foto: Kemenparekraf)

Selain itu, dari sisi tempat duduknya pun juga mengikuti salah satu aturan kesehatan covid-19 yakni menjaga jarak. Di mana, jarak antara bangku satu dengan lainnya berjarak 1,5 meter. Bahkan, seluruh peserta diwajibkan selama mengikuti Rakornas Pariwisata 2020 menggunakan masker. Proses pengecekan suhu pun juga dilakukan, Rabu (25/11/2020).

Ketatnya aturan covid-19 tidak berhenti di sini saja, melainkan peserta yang hadir pun juga dibatasi yakni sekira 150 orang yang sisanya mengikuti secara daring.

Selain peserta dibatasi, dari sisi narasumber pun juga demikian. Di mana, yang mengikuti secara langsung di Bali atau offline yakni Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Menteri Kesehatan Letjen TNI Dr. dr. Terawan Agus Putranto Sp.Rad., Menteri PPN dan Bappenas Dr.Ir. Suharso Monoarfa lalu Menteri Perdagangan Agus Suparmanto S.E., Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Kabarhankam POLRI Komjen Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H.

Sedangkan yang mengikuti secara daring atau online yakni Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono ke-10, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

“Protokol kesehatan menjadi hal utama yang harus dilakukan, oleh karenanya Rakornas Pariwisata 2020 ini harus dijalankan dengan aturan kesehatan covid-19,” ujar Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Wayan Giri Adnyani.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.