Wisatawan Nusantara Kini Jadi Penggerak Pariwisata Indonesia

IndonesiaNew, JAKARTA – Setelah pemerintah beberapa kali memperketat pintu masuk internasional akibat Covid-19, wisatawan mancanegara ke Indonesia berkurang drastis.

Bahkan, dari 17 juta wisatawan mancanegara yang melakukan kunjungan ke Indonesia pada 2019, hanya sekitar 1.6 juta wisatawan mancanegara yang melakukan kunjungan ke Indonesia selama Covid-19 berlangsung.

Akibatnya, jajaran pemerintah pun harus mencari cara untuk menarik minat wisatawan nusantara untuk melakukan perjalanan wisata, serta berkontribusi untuk membeli produk lokal dari sektor ekonomi kreatif (ekraf).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan wisatawan nusantara bukanlah harapan bagi mereka yang menjadi pelaku wisata dan ekonomi kreatif. Akan tetapi, kini justru wisatawan nusantara lah yang menjadi roda penggerak di sektor parekraf.

“Selama ini wisatawan nusantara bukan menjadi harapan bagi para pelaku wisata dan ekonomi kreatif, tapi sekarang wisatawan nusantara yang justru menjadi lokomotif menjadi roda penggerak geliat sektof parekraf,” kata Sandiaga dalam Webinar Tourism & Hospitality Industry Outlook 2022 – “New Normal: Saatnya Bangkit Dari Tidur Pulas”, Kamis (20/1/2022).

Hal ini terbukti dari survey yang dilakukan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) bahwa occupancy rate di sektor hospitality tourism banyak ditopang oleh wisatawan nusantara.

“Occupancy rate di PHRI banyak ditopang oleh wisatawan nusantara,” ucap Sandiaga.

Bahkan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sepanjang 2021 pergerakan wisatawan nusantara mengalami peningkatan sebesar 12 persen. Ini terjadi peningkatan di desa pariwisata juga sebesar 4%.

“Ini bernilai sebanyak USD 320 juta dan sekarang kita melihat bahwa peningkatan PDB pariwisata meningkat cukup signifikan 37.4%, dibanding angka sebelumnya sekarang sudah mencapai 4.2% di tahun 2021,” tuturnya.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.