IndonesiaNew, JAKARTA – d’AVERY resmi merilis single perdana yang berjudul “Hidup Hanya Sekali”, yang pernah dipopulerkan pada tahun 2011 oleh band Garasi di album ketiganya. Versi Revisit dari d’AVERY memiliki diferensiasi dari versi sebelumnya.
Di mana Midas (Dimas Pandu) sebagai komposer berkolaborasi menulis ulang lirik dan notasinya bersama Phanoz. Midas, yang sebelumnya sudah pernah menulis lagu untuk album kedua Garasi pada 2008, mengajak Aiu Ratna untuk berkolaborasi bersama d’AVERY.
“Waktu aku diajakin berkolaborasi oleh temen-temen, aku baru tau kalau ternyata lagu ini yang nyiptain Dimas, dan ternyata yang akan mereka rekam adalah gubahan aslinya. Sa’at itu juga aku langsung nyanggupi,” ucap Aiu Ratna kepada wartawan, Minggu (14/12/2025).
“Lagu ini melewati proses yang sangat panjang sampai akhirnya kita berhasil merekamnya bersama Aiu. Sebenarnya gue udah nyiapin lagu ini untuk Aiu nyanyikan album ketiga Garasi, eh sayangnya Aiu keluar dari Garasi sebelum proses pengerjaan album ketiga tersebut dimulai,” kata Dimas menimpali.
d’AVERY beranggotakan Phanoz (Drum), Indra (Guitar), Damien (Guitar) & Midas (Vocal), mereka berkarya bersama d’AVERY, dengan referensi & tujuan bermusik yang sama.
Dengan mengusung konsep music 90’s Rock Alternative, mereka mengajak pendengar bernostalgia dalam aransemennya, namun lirik lagunya akan selalu relate dengan yang pendengar rasakan saat ini.
Melalui lirik yang jujur dan emosional, “Hidup Hanya Sekali” mengajak pendengar untuk tidak terjebak dalam diam dan penyesalan. Lagu ini menggambarkan dinamika hubungan yang retak karena kesalahpahaman dan ego, namun hubungan tersebut harus berakhir karena diam.
“Semestinya kita berdua bercerita. Tentang kita, tentang rasa dan harapan. Seharusnya kau mencoba berbicara. Jangan diam, jangan bungkam dan menghilang,” tuturnya.
Dari penggalan lirik bridge di atas d’AVERY mengangkat issue yang sangat relate dalam kehidupan belakangan ini. Seringkali sebuah permasalahan dibiarkan larut dalam diam, dalam kesibukan masing-masing individu pada sebuah hubungan yang seharusnya mengedepankan komunikasi.
Seandainya komunikasi berjalan dengan baik, seharusnya sebuah hubungan tidak perlu berakhir dalam keheningan. Sementara hidup harus tetap berjalan.
Dengan aransemen yang memadukan nuansa pop rock alternative, lagu ini menghadirkan energi yang kuat namun tetap sarat makna.
Suara vokal yang emosional, dikombinasikan dengan lirik puitis, menjadikan “Hidup Hanya Sekali” bukan sekadar lagu cinta, tapi refleksi tentang alasan untuk terus melanjutkan hidup.
“Lagu ini kita tulis dari pengalaman pribadi saat seseorang memilih diam ketika hal paling penting justru perlu dibicarakan. Hidup ini cuma sekali, jangan disia-siakan dengan kebisuan,” tutupnya.



Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.