Konservasi Pulau Komodo, Badan Otorita Labuan Bajo: Komodo Itu Harus Buas!

IndonesiaNew, JAKARTA – Pihak Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo menegaskan bahwa Pulau Komodo tidak ditutup melainkan kunjungan wisatawan dibatasi. Hal ini dilakukan agar binatang komodo bisa terlihat secara keasliannya.

Menurut Direktur Destinasi Pariwisata Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Herry Nabit mengutarakan bahwa binatang komodo hidup di lembah, bahkan di Pulau Komodo itu sendiri berada di 43 lembah dan hanya satu lembah yang dibuka untuk umum dan di lembah ini menurut beberapa pihak yang dibuka maka binatang tersebut menjadi jinak, ini akibat dari dampak dari interaksi dari manusia.

“Bila dibatasi maka diharapkan binatang komodo bisa menjadi lebih liar, buas dan sesuai harapan wisatawan di mana komodo itu liar, buas dan galak. Selain itu potensi pencemaran lingkungan berkurang,” tegasnya di Jakarta, belum lama ini.

Lantas apakah pembatasan membuat wisatawan menjadi terancam akibat binatang komodo menjadi buas? “Bagi sebagian wisatawan, harapan mereka ke komodo ada sesuatu yang wild, sesuatu keaslian dari komodo itu sendiri. Apalagi melihat binatang purba yang masih hidup, melihat binatang purba itu harus buas dan liar,” paparnya lagi.

Menurutnya, selain Pulau Komodo, wisatawan melihat komodo di Pulau Rinca, sedangkan untuk wisata bahari terdapat di Kawasan Batu Bolon dan Karang Makasar, apalagi data yang diperoleh di mana kawasan Batu Bolon terdapat 31 orang per hari setelah dibatasi sebelumnya bisa mencapai 100 orang. Kemudian, Karang Makassar (100-150 orang sebelumnya mencapai 300 orang). Terakhir, untuk Pulau Komodo per hari mencapai 300-400orang sebelumnya bisa mencapai ribuan.

“Kekuatan wisata datang ke Pulau Komodo yakni Komodo itu sendiri dan wisata bahari (underwater), kita menjaga keberlangsungan terumbu karang dan ini menjadi satu syarat agar destinasi bisa menjadi suistanable. Selain itu, kita menjaga kunjungan berulang. Wisatawan ke komodo datang sekali saja berbeda untuk diving maupun snorkeling bisa berulang kali datang. Di mana mencari ribuan side dive dan beberapa lokasi  snorkeling, bila dibatasi otomatis keindahan terus terjaga,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *