Akta Tahun 2016 Permalukan Nama Baik ASITA

IndonesiaNew, JAKARTA – Sejumlah anggota DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) mempertanyakan kehadiran Akta Nomor 30 Tanggal 28 Desember 2016. Baginya akta tersebut sudah mempermalukan nama baik ASITA.

Melihat hal tersebut, maka anggota DPD ASITA membentuk Majelis Penyelamat Asita (MPA) di tanggal 2 Juli 2020 akibat adanya mosi tidak percaya kepada Ketua Umum DPP ASITA DR. N. Rusmiati, M.Si dan jajaran kepengurusannya periode 2019-2024.

Ketua Presidium sementara DPP Asita Ben Sukma mengatakan bahwa organisasi ASITA yang sah dan diakui adalah ASITA yang didirikan tanggal 07 Januari 1971 yang kemudian dicatatkan di Notaris Raden SOERATMAN didalam Akta Nomor 170 Tanggal 15 Maret 1975.

“Pembuatan Akta Nomor 30 Tanggal 28 Desember 2016 oleh oknum Pengurus ASITA tidak pernah mendapat persetujuan anggota ASITA, oleh karenanya pembuatan akta tersebut adalah tidak sah, melawan hukum, dan mempermalukan nama baik ASITA sebagai organisasi tempat berhimpunnya perusahaan Biro Perjalanan Wisata dan Agen Perjalanan Wisata se Indonesia,” ucapnya di Jakarta, belum lama ini.

Ditegaskannya lagi, pihaknya menuntut para oknum pembuat akta nomor 30 tanggal 28 Desember 2016 untuk meminta maaf kepada seluruh Anggota ASITA se Indonesia melalui media cetak nasional dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Mengajak seluruh anggota ASITA se- Indonesia untuk merapatkan barisan, bersatu padu untuk kembali mewujudkan organisasi ASITA yang professional, yang memiliki manajemen yang kuat dan akuntabel sesuai amanah dan semangat Akta Pendirian ASITA Nomor 170 tanggal 15 Maret 1975,” bebernya.

Hal serupa diutarakan oleh Anggota ASITA DPD DKI Ophan Lamara, di mana akibat adanya mosi tidak percaya maka anggota ASITA membentuk MPA guna menyelamatkan ASITA sebagai organisasi profesional yang memiliki manajemen kuat dan akuntabel berada di garis terdepan dengan pemerintah dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan dalam negeri (domestik) ke destinasi wisata yang ada di Indonesia.

“Organisasi ASITA saat ini tidak lagi dikelola dengan profesional yang ditandai dengan lahirnya pendirian ASITA “tandingan” sebagaimana tercatat di Akta Nomor 30 Tanggal 28 Desember 2016 yang dibuat dihadapan Notaris Khanief, SH, M.Kn, Notaris di Kota Bekasi, di dalam dokumen Akta itu tertulis para pendirinya adalah Asnawi Bahar; Dr. Nunung Rusmiati, M.Si; Yuliandre Darwis, Ph.D; Misto Leo Faisal dimana mereka adalah Pengurus Dewan Pimpinan Pusat ASITA Periode 2015-2019,” tukasnya.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.