Penggambaran Indonesia Secara Universal dari Tanah Labuan Bajo

IndonesiaNew, JAKARTA – Selama ini #DiIndonesiaAja, wisatawan mengenal Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebatas hewan komodo saja. Padahal, pesona alam dan budaya di sini sangat luar biasa.

Maka tak salah bila banyak wisatawan mengatakan bahwa Labuan Bajo merupakan penggambaran Tanah Air secara menyeluruh atau universal. Mengapa demikian? Karena semuanya ada di Labuan Bajo.

Labuan Bajo bukan hanya memiliki garis pantai yang istimewa, tetapi dikelilingi bukit serta pulau yang cantik untuk dinikmati. Bahkan, keindahan Labuan Bajo seraya pesonanya tak akan pernah luntur. Salah satunya adalah Pulau Padar.

Pulau yang satu ini merupakan ketiga terbesar di kawasan Taman Nasional Komodo selain Pulau Komodo itu sendiri dan Pulau Rinca. Di sini, traveller bakal disuguhkan pemandangan indah khas Flores, yakni perbukitan yang dilengkapi dengan laut biru yang fantastis. Jangan heran bila Pulau Padar terlihat bak secuil surga yang jatuh ke bumi.

Untuk melihat secara luas, traveller harus menaiki ratusan anak tangga. Tak perlu pikirkan soal lelah maupun capeknya menaiki anak tangga, karena semua itu akan terbayar kala tiba di bagian puncaknya. Sebuah spot foto yang indah untuk mendapatkan view foto terbaik buat kenangan traveller selama berada di Labuan Bajo.

Nah, untuk dapat mencapai ke Pulau Padar bisa menggunakan kapal nelayan, pinisi, maupun speedboat. Spot lainnya adalah Bukit Sylvia. Letaknya tak jauh dari Pelabuhan Labuan Bajo yakni sekira 4,6 kilometer atau sekitar sebelas menit bila berkendara.

Bukit Sylvia merupakan sabana yang eksotis yang ada di Labuan Bajo. Bukan itu saja, destinasi yang satu ini juga menjadi tempat perburuan para pengabadi gambar atau tepatnya para fotografer guna mengabadikan sunrise maupun sunset di Labuan Bajo. Terlebih letaknya berada di atas bukit tinggi tanpa terhalang apapun, tentu hasil fotonya dijamin mengagumkan.

Lalu, hilangkan juga pemikiran traveller bila datang ke Labuan Bajo sebatas didominasi oleh laut dan pantai saja. Akan tetapi, di Labuan Bajo terdapat area persawahan layaknya di Pulau Jawa maupun di Bali. Persawahan yang ada di Desa Cangar, Kabupaten Manggarai, NTT ini terdapat bentuk sawah bak sarang laba-laba. Petak sawah secara melingkar dibuat secara khusus.

Proses pelingkaran tersebut dilakukan secara adat istiadat. Kemudian ke bagian dataran tinggi yang ada di Labuan Bajo, di sana terdapat Wae Rebo. Desa Wae Rebo begitu ikonik dan eksotik. Bukan karena terkait dengan lokasi serta bentuk rumah adat di sana, tetapi semua yang terkait dengan di Desa Wae Rebo itu sendiri.

Selanjutnya, ada Danau Kelimutu. Danau Kelimutu ini mulai dari mitos hingga catatan sejarahnya, sudah memunculkan rasa penasaran. Bayangkan saja, Danau Kelimutu itu bukan satu danau saja, melainkan ada tiga danau besar berada di atas puncak Gunung Kelimutu dengan tiga warna yang berbeda-beda dan bisa berubah warna di waktu tertentu.

Ada pula Taka Makassar yakni Pulau Pasir Mungil yang menawan. Pulau kecil tak berpenghuni ini terdiri dari hamparan pasir putih yang sangat luas. Meskipun hanya muncul saat air laut surut saja. Destinasi wisata yang satu ini mirip seperti Pasir Timbul di Raja Ampat.

Di spot yang satu ini sangat cocok untuk melakukan snorkeling dan diving karena airnya yang sangat jernih dengan koral yang bisa dilihat oleh kasat mata.
Masih di ranah destinasi bahari, selain Pulau Pasir Mungil di Labuan Bajo ada pula perburuan para divers yakni menjelajahi habitat ikan pari manta.

Apalagi, berwisata ke Labuan Bajo bila tak menyelam itu diibaratkan makan bakso tanpa kuah! Salah satu yang wajib dikunjungi adalah Manta Point. Di sini, travellers bisa berenang bersama salah satu satwa khas Indonesia yang masuk dalam kategori dilindungi, ikan pari manta. Untuk bisa melihat secara langsung, di Labuan Bajo dikenal dengan Manta-Sighting Spot.

Pasalnya travellers bisa melihat langsung Manta Ray atau ikan pari khas Indonesia Timur. Tak sebatas melihat langsung, travellers bisa menyentuh sampai memberi makan ikan manta yang ukurannya dapat mencapai tiga meter. Selain itu ubur-ubur, terumbu karang, hingga ikan laut lainnya melengkapi keindahan bawah laut Labuan Bajo.

Keindahan terakhir yang wajib didatangi adalah Goa Cermin. Destinasi satu ini menjadi jawaban untuk menguak sisi lain dari Labuan Bajo. Saat memasuki gua, mata travellers pasti terbelalak kala melihat pancaran sinar matahari yang masuk melalui celah-celah gua.

Sinar tersebut terpantul di dinding layaknya sinar matahari memantul di cermin. Waktu yang paling tepat untuk melihat keindahan di Goa Cermin adalah menjelang sore hari. Saat itu bias matahari pun terlihat dengan jelas. Momen keindahan ini jangan sampai dilewatkan oleh kamera atau handphone yang dimiliki travellers.

Namun jangan lupa untuk selalu mematuhi protokol kesehatan ketika berlibur, yakni mencuci tangan dengan sabun, mengenakan masker, serta menjaga jarak.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.