Kolabpreneur Bikin Kuliner Indonesia Semakin Naik Daun

IndonesiaNew, JAKARTA – Kuliner Indonesia terus berinovasi, hal ini dilakukan agar kuliner Tanah Air kian mudah dinikmati di mana saja.

Kehadiran inovasi terbaru dari kuliner Indonesia dihadirkan melalui kolabpreneur 2022. Di mana, kuliner Indonesia akan semakin mudah dinikmati di mana saja termasuk saat bepergian keluar negeri.

“Kita mau makan soto tinggal tuang air panas aja sehingga bisa digunakan jadi jangan sampai misalnya jamaah haji kita atau jamaah umroh kita kalau di Arab sana bukan sebatas bawanya mi instan saja dan bukan berarti mi instan itu jelek,” ucap Prof. Dr. Ir Marsudi Wahyu Kisworo selaku Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Indonesia (BRIN) di Kolabpreneur 2022, Gedung Wirausaha, Jakarta Selatan, Senin (29/8/2022).

“Setidaknya ada pilihan kuliner lain yang bisa dibawa ada misalnya bawa soto, bawa gulai, bawa sate, bawa rendang,” tuturnya.

Menurutnya, kehadiran inovasi kuliner  tersebut diharapkan memiliki cita rasa dan packaging yang baik maka secara otomatis kuliner Indonesia bisa dinikmati di mana saja dengan rasa yang tidak beubah begitu disantap.

<span;>”Dengan begitu kuliner diharapkan ada inovasi di bidang makanan juga terutama Bagaimana packaging makanan supaya¬† apa bisa awet agar tidak segera busuk atau berbau karena Indonesia itu negara kita ini subur kaya tapi makanannya cepat busuk,” tuturnya.

Selain itu, inovasi juga bisa dilakukan pada penggunaan bahan baku seperti bumbu masak.

“Misalnya di Nganjuk 2 bulan yang lalu panen bawang merah akhirnya dibuang oleh petani karena sudah busuk sehingga adanya inovasi maka bawang merah enggak sia-sia begitu saja, apa yang diperjuangkan kalau ada teknologi untuk mengawetkan sehingga bawang merah itu bisa disimpan sampai 5 tahun itu sehingga apa yang dikerjakan petani tidak sia-sia,” tuturnya.

Di sisi lain, Charles Lee sebagai Founder WUB Hub dan Aprilando mengaku dengan adanya inovasi kuliner ini maka akan membuat Indonesia akan lebih mudah memenuhi kebutuhan konsumen.

“Kenapa kita harus impor bahan baku? karena kita enggak cukup memang supply daging sapi, ayam, telur juga enggak cukup biarpun peternak banyak tapi kita enggak cukup, semua impor kecuali minyak goreng dan baru tahun ini beras itu kita tidak impor tapi yang lain 7 item itu harus impor semua,” tuturnya.

Selain itu dengab adanya kolabpreneur ini maka akan memudahkan Indonesia dalam memberikan income yang baik buat masyarakat dalam mengembangkan usaha kulinernya.

“Kolabpreneur ini bisa memberikan platform untuk meningkatkan penjualannya dalam hal ini itu dari offline jadi online sehingga bisa menghasilkan hasil yang memuaskan dan memenuhi yang mereka inginkan,” tuturnya.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.