Andai Virus Corona Tidak Ada, Turis China “Antri” ke Indonesia

IndonesiaNew – Pergerakan cepat dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif guna mendatangkan wisatawan China membuahkan hasil. Namun, sangat disayangkan kehadiran turis China ke Indonesia harus ditunda akibat kehadiran Virus Corona.

“Turis China ke Indonesia itu makin bertambah, apalagi saya sudah melakukan MoU dengan China di Singapura untuk mendatangkan turis China dalam satu bulan 10 ribu wisatawan dan itu sudah di approve. Sayangnya, ada virus corona,” ucap Direktur Pemasaran Pariwisata Regional 1 (Nusantara, ASEAN, Australia dan Oceania) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Vinsensius Jemadu kepada IndonesiaNew, baru-baru ini.

Menurutnya, dalam satu bulan 10 ribu wisatawan China siap ditarik ke destinasi wisata yang memiliki potensi untuk wisatawan asal negeri Tiongkok ini.

“Permintaan China ke Manado sangat tinggi sekali, termasuk untuk Batam dan Bintan. Saya di 2019 MoU dengan hole sellers besar China di Singapura untuk mendatangkan 10 ribu per bulan dan baru terpenuhi hingga desember kemarin baru 3 ribu turis,” paparnya.

Meskipun di China itu sendiri sudah dibuka akan tetapi Pemerintah Indonesia terus melakukan negosiasi Business to Business (B to B) terlebih curva di indonesia masih belum melandai, otomatis berubah ke arah point to point mulai dari China ke Bali, China ke Batam, dan China ke Manado. Dengan catatan wisatawan China di kunci di wilayah tersebut dan tidak boleh kemana-mana,” tegasnya lagi.

“Semua pasar wisatawan China di Indonesia ditargetkan 10 ribu, berbeda dengan Bali dari sisi penerbangan reguler sudah 3 kota yang masuk dari Beijing, Shanghai, Guangzhou lalu belum lagi dari charter flight. Maskapai penerbangan dari China ke Bali menggunakan maskapai China seperti Xiamen Airlines, China Southern Airlines, China Eastern Airlines ditambah 80 persen turis China ke Bali,” tukasnya.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.